Biaya hidup secara keseluruhan untuk mahasiswa
Ketika mahasiswa mulai tinggal sendiri, mereka khawatir tentang berapa biaya hidup bulanan mereka dan berapa total uang yang mereka butuhkan. Tinggal sendiri tidak hanya membutuhkan biaya hidup bulanan seperti sewa dan makanan, tetapi juga sejumlah besar uang selama setahun dan seluruh periode studi.
Pertama, dapatkan gambaran tentang pengeluaran bulanan Anda, lalu ketahui total biaya selama satu tahun dan empat tahun, yang akan memudahkan Anda merencanakan gaya hidup dan keuangan Anda dengan cara yang masuk akal.
Perkiraan biaya hidup bulanan
Rata-rata biaya hidup bulanan untuk mahasiswa yang tinggal sendirian diperkirakan sekitar 80.000 hingga 120.000 yen. Biaya sewa merupakan sebagian besar dari pengeluaran ini, umumnya sekitar 50.000 hingga 70.000 yen di daerah perkotaan dan 30.000 hingga 50.000 yen di daerah pedesaan. Selain itu, biaya makanan sekitar 20.000 hingga 30.000 yen, tagihan utilitas dan air sekitar 8.000 hingga 10.000 yen, dan biaya komunikasi seperti telepon pintar dan internet sekitar 5.000 hingga 10.000 yen.
Selain itu, dengan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, pengeluaran sosial, dan pengeluaran hiburan yang terjadi setiap bulan, sejumlah pengeluaran tertentu tidak dapat dihindari bahkan untuk menjalani kehidupan dasar. Secara khusus, tergantung pada pendapatan paruh waktu dan jumlah uang yang dikirim ke rumah, keseimbangan antara biaya sewa dan makanan akan sangat memengaruhi pengeluaran hidup Anda. Pertama, penting untuk memahami pengeluaran hidup bulanan yang realistis berdasarkan rata-rata sewa di daerah Anda.
Perkiraan total biaya untuk 1 tahun dan 4 tahun
Jika Anda mempertimbangkan biaya jangka panjang hidup sendirian sebagai mahasiswa, jumlahnya jauh lebih besar daripada yang Anda bayangkan.
Jika pengeluaran hidup bulanan Anda adalah 100.000 yen, Anda akan membutuhkan sekitar 1,2 juta yen untuk satu tahun, dan sekitar 4,8 juta yen untuk empat tahun. Selain itu, Anda juga harus membayar biaya awal saat pindah, biaya pindahan, dan biaya pembelian furnitur dan peralatan rumah tangga, sehingga jumlah total sebenarnya umumnya akan lebih tinggi lagi.
Biaya awal kira-kira setara dengan sewa empat hingga enam bulan, jadi sebaiknya siapkan dana sekitar 200.000 hingga 400.000 yen. Akibatnya, total biaya selama empat tahun seringkali mencapai sekitar 5.000.000 hingga 6.000.000 yen. Mengetahui total biaya ini sebelumnya akan memudahkan perencanaan penggunaan uang dari rumah, pekerjaan paruh waktu, dan beasiswa, sehingga memudahkan Anda memulai kehidupan universitas tanpa kekhawatiran finansial.
Biaya awal untuk mahasiswa yang tinggal sendiri
Ketika mahasiswa mulai tinggal sendiri, mereka perlu membayar "biaya awal" di samping biaya hidup bulanan mereka. Biaya awal dikeluarkan sekaligus sebelum dan sesudah pindah, seperti saat menandatangani perjanjian sewa properti, pindah, dan membeli furnitur serta peralatan rumah tangga. Jika Anda melanjutkan tanpa memahami biaya-biaya tersebut, Anda mungkin akan menghabiskan lebih banyak dari yang diperkirakan, jadi memahami rincian dan harga pasar sebelumnya serta menyiapkan dana yang cukup adalah kunci untuk memulai kehidupan baru Anda dengan tenang.
Di sini kami akan menjelaskan biaya awal yang terkait dengan tinggal sendirian sebagai mahasiswa.
Biaya awal yang diperlukan saat menandatangani kontrak sewa (uang jaminan, uang kunci, biaya perantara, dll.)
Biaya awal yang ditanggung mahasiswa saat menyewa properti umumnya dianggap setara dengan empat hingga enam bulan sewa.
Rincian utamanya adalah uang jaminan, uang kunci, biaya agen, uang sewa di muka, premi asuransi kebakaran, dll. Uang jaminan adalah uang yang disetorkan sebagai biaya untuk mengembalikan properti ke kondisi semula saat Anda pindah, dan biasanya sekitar satu bulan sewa, sedangkan uang kunci adalah tanda terima kasih kepada pemilik rumah, dan dalam beberapa kasus juga sekitar satu bulan sewa.
Selain itu, biaya perantara yang dibayarkan kepada perusahaan real estat dibatasi hingga satu bulan sewa, dan biaya sewa di muka, biaya manajemen, serta biaya perusahaan penjamin dapat ditambahkan ke jumlah tersebut. Bahkan untuk properti dengan sewa 50.000 yen, Anda mungkin perlu membayar sekitar 200.000 hingga 300.000 yen pada saat penandatanganan kontrak, jadi penting untuk memeriksa jumlah total biaya awal saat memilih properti.
Biaya pindah rata-rata
Biaya pindah rata-rata untuk mahasiswa yang tinggal sendirian berkisar antara 30.000 hingga 80.000 yen. Bagi mahasiswa dengan sedikit barang bawaan, lebih mudah untuk menekan biaya dengan menggunakan jasa pengiriman paket satu orang atau jasa pengiriman truk ringan. Namun, permintaan meningkat selama musim pindah dari bulan Maret hingga April, dan harga cenderung lebih mahal bahkan untuk kondisi yang sama.
Biaya pindah rumah sangat bervariasi tergantung pada jarak, jumlah barang bawaan, dan perusahaan yang Anda sewa, jadi kunci untuk menghemat uang adalah dengan mendapatkan penawaran harga dari beberapa perusahaan.
Anda juga dapat meminimalkan biaya pindah dengan mengambil langkah-langkah seperti menggunakan mobil sendiri jika rumah orang tua Anda dekat dan membuang barang-barang yang tidak perlu terlebih dahulu.
Biaya pembelian furnitur, peralatan rumah tangga, dan kebutuhan sehari-hari
Saat mulai hidup sendiri, Anda perlu mempertimbangkan biaya awal untuk membeli furnitur, peralatan rumah tangga, dan kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan minimum meliputi kulkas, mesin cuci, microwave, tempat tidur, tirai, dan penerangan, dan pembelian semua barang ini umumnya akan menghabiskan biaya sekitar 100.000 hingga 200.000 yen.
Membeli barang baru bisa mahal, jadi menggunakan barang bekas dan toko daur ulang juga efektif, atau membeli barang secara bertahap, dimulai dengan apa yang Anda butuhkan. Selain itu, jika Anda memilih properti yang sudah dilengkapi furnitur dan peralatan, Anda seringkali dapat mengurangi biaya awal secara signifikan. Menentukan cara membeli barang sesuai anggaran akan membantu Anda mulai hidup sendiri dengan nyaman.
Cari kamar
Hanya daftar properti dengan furnitur dan peralatan elektronik!
Rincian pengeluaran hidup bulanan untuk mahasiswa yang tinggal sendirian
Bagi mahasiswa yang tinggal sendiri, penting untuk memahami secara akurat rincian pengeluaran hidup bulanan. Pengeluaran hidup terutama dibagi menjadi sewa, makanan, utilitas, komunikasi, dan pengeluaran lainnya, dan jumlahnya sangat bervariasi tergantung pada area tempat tinggal dan gaya hidup Anda. Sewa dan makanan khususnya menyumbang sebagian besar pengeluaran Anda secara keseluruhan, jadi mengetahui cara mengendalikan biaya ini akan mengarah pada stabilitas keuangan.
Di bawah ini kami akan menjelaskan harga pasar dan karakteristik masing-masing barang secara detail.
Harga sewa rata-rata (Tokyo, daerah perkotaan, dan daerah pedesaan)
Bagi mahasiswa yang tinggal sendiri, biaya sewa merupakan porsi terbesar dari pengeluaran hidup bulanan mereka. Di 23 distrik Tokyo, harga rata-rata untuk apartemen studio atau 1K berkisar antara 60.000 hingga 80.000 yen, dan tidak jarang biaya sewa saja mencapai lebih dari setengah dari pengeluaran hidup. Di sisi lain, di kota-kota besar dan kota-kota inti regional, biaya sewa dapat ditekan hingga sekitar 40.000 hingga 60.000 yen, dan di kota-kota regional dan daerah pinggiran kota, dapat ditekan hingga sekitar 30.000 hingga 50.000 yen.
Biaya sewa sangat bervariasi tergantung pada lokasi, usia bangunan, dan fasilitas, jadi penting untuk mempertimbangkan keseimbangan dengan waktu perjalanan. Mencoba untuk menetapkan biaya sewa terlalu rendah dapat menyebabkan ketidaknyamanan, jadi menetapkan biaya sewa yang realistis berdasarkan pendapatan Anda dan jumlah uang yang Anda kirim ke rumah adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang stabil secara mandiri.
Biaya makanan (memasak di rumah vs. makan di luar)
Pengeluaran makanan untuk mahasiswa yang tinggal sendiri dapat bervariasi tergantung pada gaya hidup mereka. Jika Anda kebanyakan memasak di rumah, pengeluaran makanan bulanan Anda kemungkinan akan sekitar 20.000 hingga 30.000 yen, dan Anda dapat menghemat lebih banyak lagi dengan membeli bahan-bahan dalam jumlah besar. Di sisi lain, jika Anda sering makan di luar atau menggunakan minimarket, pengeluaran Anda bisa mencapai 40.000 hingga 60.000 yen atau lebih.
Siswa yang sibuk dengan kelas dan pekerjaan paruh waktu cenderung lebih sering makan di luar, tetapi penting untuk menyadari bahwa hal ini tidak hanya meningkatkan biaya makanan, tetapi juga dapat menyebabkan pola makan yang tidak seimbang. Jika Anda menggunakan kantin sekolah, Anda seringkali bisa mendapatkan makanan hanya dengan beberapa ratus yen, yang memiliki manfaat baik dari segi biaya maupun kesehatan. Memanfaatkan dengan baik kegiatan memasak di rumah, kantin sekolah, dan makan di luar akan membantu Anda mengelola pengeluaran makanan dengan cara yang nyaman bagi Anda.
Tagihan listrik dan air
Tagihan listrik dan air cenderung berfluktuasi tergantung musim. Bagi mahasiswa yang tinggal sendiri, perkiraan umumnya adalah biaya listrik, gas, dan air sekitar 8.000 hingga 12.000 yen per bulan. Di musim panas dan musim dingin, pendingin ruangan cenderung lebih sering digunakan, yang dapat meningkatkan tagihan listrik.
Khususnya untuk properti yang sepenuhnya menggunakan listrik dan properti yang menggunakan gas propana, biaya yang dikenakan bisa lebih tinggi, jadi penting untuk memeriksanya sebelum menandatangani kontrak. Mematikan listrik secara teratur dan memperhatikan penghematan air dapat membantu mengurangi tagihan utilitas bulanan. Meskipun bukan biaya tetap, hal ini dapat membuat perbedaan besar selama setahun.
Biaya komunikasi (biaya smartphone dan internet)
Saat mempertimbangkan biaya komunikasi, Anda perlu mempertimbangkan biaya ponsel pintar dan biaya koneksi internet rumah Anda. Jika Anda menggunakan operator besar, tagihan ponsel pintar Anda saja bisa mencapai sekitar 7.000 hingga 10.000 yen per bulan, tetapi semakin banyak kasus di mana Anda dapat menekan biaya tersebut hingga sekitar 3.000 hingga 5.000 yen dengan menggunakan kartu SIM berbiaya rendah.
Biaya rata-rata untuk koneksi internet rumah sekitar 3.000 hingga 5.000 yen per bulan. Beberapa properti menawarkan internet gratis, yang dapat mengurangi biaya komunikasi secara signifikan. Biaya komunikasi adalah pengeluaran bulanan tetap, jadi meninjau kontrak Anda dapat membantu Anda menghemat uang dalam jangka panjang.
Kebutuhan sehari-hari, biaya hiburan, dan biaya rekreasi.
Pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, kegiatan sosial, dan hiburan sangat bervariasi dari orang ke orang. Kebutuhan sehari-hari seperti deterjen dan tisu toilet berharga sekitar 3.000 hingga 5.000 yen per bulan, sedangkan pengeluaran sosial dan hiburan untuk makan bersama teman, kegiatan klub, dan hobi berkisar antara 10.000 hingga 30.000 yen.
Kehidupan universitas seringkali melibatkan pengeluaran untuk interaksi dan pengalaman sosial, dan terlalu banyak mengurangi pengeluaran dapat menimbulkan stres. Karena alasan ini, penting untuk menjaga pengeluaran tetap rendah sambil mengelola pengeluaran Anda dengan bijak. Dengan menetapkan anggaran terlebih dahulu, Anda dapat mengelola keuangan Anda sambil menikmati kehidupan universitas tanpa membebani diri sendiri.
Situasi pendapatan mahasiswa | Bagaimana cara menutupi biaya hidup saat tinggal sendirian?
Saat tinggal sendirian sebagai mahasiswa, masalah utama adalah bagaimana menutupi biaya hidup seperti sewa dan makanan. Sebagian besar mahasiswa bergantung pada kombinasi uang yang dikirim ke rumah, pekerjaan paruh waktu, dan beasiswa, dan hanya sebagian kecil yang bergantung hanya pada salah satu dari sumber tersebut.
Setiap sumber pendapatan memiliki karakteristik dan hal-hal yang perlu diperhatikan tersendiri, sehingga memahami situasi dan mempertimbangkan keseimbangan pendapatan yang sesuai akan mengarah pada kehidupan yang stabil saat hidup sendiri.
Jumlah rata-rata dan persentase pengiriman uang
Salah satu sumber pendapatan utama bagi mahasiswa yang tinggal sendirian adalah uang yang dikirim oleh orang tua mereka. Sekitar 60-70% mahasiswa menerima uang dari orang tua mereka, dengan jumlah rata-rata sekitar 30.000-60.000 yen per bulan. Dalam banyak kasus, uang yang dikirim ke rumah menutupi sebagian atau seluruh biaya sewa, menjadikannya dasar penting untuk pengeluaran hidup.
Di sisi lain, jumlah uang saku sangat bervariasi tergantung pada keadaan keluarga, dan ada sejumlah mahasiswa yang sama sekali tidak menerima uang saku. Oleh karena itu, meskipun mereka menerima uang saku, biasanya mereka menganggapnya sebagai "pendapatan tambahan" dan menggunakannya bersamaan dengan pendapatan paruh waktu saat merencanakan gaya hidup mereka. Penting juga untuk berhati-hati agar penentuan pengeluaran tetap yang terlalu bergantung pada jumlah uang saku yang dikirim ke rumah tidak menyebabkan beban yang lebih besar di masa depan.
Perkiraan pendapatan paruh waktu
Bagi mahasiswa yang tinggal sendiri, penghasilan paruh waktu merupakan pilar penting dalam pengeluaran hidup. Rata-rata penghasilan paruh waktu diperkirakan sekitar 50.000 hingga 80.000 yen per bulan, dan dalam banyak kasus, penghasilan tersebut mencakup sebagian biaya sewa dan makanan. Meskipun bervariasi tergantung pada upah per jam dan jam kerja, sebagian besar mahasiswa bekerja sesuai kemampuan mereka.
Namun, jika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu untuk pekerjaan paruh waktu, hal itu dapat memengaruhi studi dan kesehatan Anda. Selain itu, jika pendapatan tahunan Anda melebihi jumlah tertentu, Anda mungkin menghadapi masalah dengan tanggungan dan pajak, sehingga manajemen pendapatan sangat penting. Untuk menstabilkan pengeluaran hidup Anda, penting untuk menekan pengeluaran tetap dan memanfaatkan pekerjaan paruh waktu sejauh dapat diseimbangkan dengan studi Anda.
Kasus-kasus di mana beasiswa digunakan untuk biaya hidup.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak mahasiswa menggunakan beasiswa tidak hanya untuk biaya kuliah tetapi juga untuk sebagian biaya hidup mereka. Khususnya, jika Anda berangkat kuliah dari rumah, beasiswa biasanya digunakan untuk menutupi biaya sewa dan biaya hidup. Dalam kasus beasiswa jenis pinjaman, mahasiswa biasanya menerima sekitar 30.000 hingga 80.000 yen per bulan.
Namun, karena beasiswa memerlukan pengembalian setelah lulus, Anda perlu mempertimbangkan beban di masa depan jika Anda menggunakannya untuk biaya hidup. Penting untuk tidak meminjam lebih dari yang Anda butuhkan, dan menggunakannya secara terencana, menggabungkannya dengan uang yang dikirim ke rumah atau pekerjaan paruh waktu. Memposisikan beasiswa sebagai sumber pendapatan tambahan dan menyadari rencana pengembalian yang wajar akan memberi Anda ketenangan pikiran.
Cari kamar
Hanya daftar properti dengan furnitur dan peralatan elektronik!
[Berdasarkan wilayah] Simulasi biaya hidup mahasiswa
Biaya hidup sebagai mahasiswa sangat bervariasi tergantung pada daerah tempat tinggal. Rata-rata biaya sewa khususnya sangat berbeda dari satu daerah ke daerah lain, dan tidak jarang biaya hidup bulanan berbeda hingga puluhan ribu yen antara Tokyo dan wilayah metropolitan Tokyo serta kota-kota regional.
Di sini, kami akan memberikan simulasi terperinci tentang biaya hidup sendiri berdasarkan area dan memberikan penjelasan yang jelas tentang berapa banyak biaya hidup yang Anda perlukan.
Tinggal sendirian di Tokyo dan wilayah metropolitan Tokyo.
Bagi seorang mahasiswa yang tinggal sendirian di Tokyo atau wilayah metropolitan Tokyo, biaya hidup bulanan berkisar antara 100.000 hingga 130.000 yen. Biaya sewa umumnya sekitar 60.000 hingga 80.000 yen untuk apartemen studio atau 1K, yang merupakan porsi terbesar dari total biaya hidup. Selain itu, biaya makanan sekitar 20.000 hingga 30.000 yen, tagihan listrik dan air sekitar 10.000 yen, dan biaya komunikasi sekitar 5.000 hingga 10.000 yen.
Meskipun transportasi nyaman dan mudah mencari pekerjaan paruh waktu, biaya sewa tinggi, jadi mengelola pengeluaran hidup sangat penting. Anda perlu mencari cara untuk menekan biaya sewa dengan menyesuaikan jarak dari stasiun dan usia bangunan, dan biaya sewa yang Anda tetapkan dapat membuat perbedaan besar dalam kenyamanan hidup Anda.
Tinggal sendirian di kota regional
Ketika mahasiswa tinggal sendiri di kota-kota regional, mereka sering kali dapat menjaga pengeluaran hidup bulanan mereka sekitar 70.000 hingga 100.000 yen. Sewa rata-rata umumnya sekitar 30.000 hingga 50.000 yen, yang jauh lebih rendah daripada di Tokyo dan wilayah metropolitan Tokyo. Ini berarti mereka memiliki lebih banyak ruang untuk pengeluaran makanan dan hiburan.
Biaya utilitas dan komunikasi tidak jauh berbeda dengan di daerah perkotaan, tetapi di daerah yang lazim menggunakan mobil, biaya transportasi seperti bensin mungkin akan dikeluarkan. Secara keseluruhan, biaya tetap rendah, sehingga daerah ini mudah untuk menjalani kehidupan yang relatif stabil meskipun penghasilan dari rumah atau pekerjaan paruh waktu relatif sedikit.
Perbedaan biaya hidup karena perbedaan sewa
Bagi mahasiswa yang tinggal sendirian, perbedaan biaya sewa secara langsung berdampak pada perbedaan pengeluaran hidup.
Sebagai contoh, antara properti dengan sewa bulanan 80.000 yen dan properti dengan sewa bulanan 50.000 yen, terdapat selisih 30.000 yen per bulan, atau 360.000 yen per tahun. Jumlah ini cukup untuk menutupi biaya makan dan hiburan, dan juga berdampak signifikan pada kepuasan hidup. Oleh karena itu, ketika memutuskan untuk menyewa, bukan hanya soal "murah," tetapi penting untuk mempertimbangkan keseimbangan antara waktu perjalanan dan kemudahan hidup.
Dengan menjaga biaya sewa tetap rendah, Anda dapat mengurangi beban kerja paruh waktu atau menggunakan uang tersebut untuk tabungan, sehingga memberi Anda lebih banyak pilihan. Memilih area tempat tinggal dan menetapkan biaya sewa adalah faktor terbesar yang memengaruhi biaya hidup sendiri sebagai mahasiswa.
Apakah tinggal sendirian itu sulit bagi mahasiswa? Kekhawatiran umum dan kenyataan yang ada.
Saat mencari informasi tentang mahasiswa yang tinggal sendirian, Anda sering menemukan kekhawatiran seperti "hidup itu sulit" dan "uang tidak cukup." Pada kenyataannya, beban yang dirasakan sangat bervariasi tergantung pada apakah mereka menerima uang dari orang tua atau tidak, status pekerjaan paruh waktu mereka, dan daerah tempat mereka tinggal.
Di sini, kami akan membahas kekhawatiran umum, memberikan penjelasan rinci tentang realitas hidup sendirian sebagai mahasiswa, dan menyusun cara berpikir untuk membantu Anda terus hidup sendirian tanpa stres.

Bisakah kamu bertahan hidup tanpa uang yang dikirim ke rumah?
Mahasiswa universitas memang bisa hidup mandiri tanpa menerima dukungan finansial dari orang tua, tetapi tergantung situasinya, hal itu bisa sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jika mereka tinggal di daerah dengan biaya sewa rendah dan dapat menekan pengeluaran hidup, beberapa mahasiswa berhasil mencukupi kebutuhan hidup hanya dengan bekerja paruh waktu. Di sisi lain, jika mereka tinggal di kota dengan biaya sewa tinggi, kemungkinan besar mereka akan kesulitan menutupi pengeluaran hidup tanpa menerima dukungan finansial dari orang tua, dan pekerjaan paruh waktu dapat menjadi beban yang signifikan.
Jika Anda tidak menerima uang dari orang tua, penting untuk menjaga pengeluaran tetap serendah mungkin. Meninjau biaya sewa dan komunikasi serta mengelola pengeluaran dengan cara yang wajar akan membantu Anda mempertahankan gaya hidup yang stabil. Memahami keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran sejak awal adalah kunci realistis untuk hidup tanpa uang dari orang tua.
Apakah mungkin untuk menyeimbangkan pekerjaan paruh waktu dan studi?
Banyak mahasiswa menyeimbangkan studi mereka dengan hidup sendiri sambil bekerja paruh waktu. Namun, bekerja terlalu banyak dapat memengaruhi kehadiran di kelas dan tugas, jadi penting untuk mencapai keseimbangan. Secara umum, bekerja 10 hingga 15 jam per minggu dianggap mudah untuk diseimbangkan dengan studi Anda.
Daripada bekerja lembur untuk meningkatkan penghasilan, lebih baik mencari cara untuk mengurangi pengeluaran tetap, yang akan mengurangi beban waktu dan energi Anda. Dengan memprioritaskan studi dan bekerja paruh waktu hanya seperlunya, Anda dapat terus hidup sendiri tanpa menurunkan kualitas kehidupan universitas Anda.
Perbandingan biaya dengan tinggal di rumah
Terdapat perbedaan besar dalam biaya hidup antara tinggal bersama orang tua dan tinggal sendiri. Saat tinggal bersama orang tua, beban sewa dan tagihan utilitas relatif kecil, dan biaya hidup bulanan seringkali berkisar antara 30.000 hingga 50.000 yen. Di sisi lain, saat tinggal sendiri, biaya sewa dan tagihan utilitas akan bertambah, dan biaya hidup bulanan biasanya mencapai sekitar 80.000 hingga 120.000 yen.
Dari perspektif finansial, tinggal bersama orang tua lebih ringan bebannya, tetapi tinggal sendiri juga memiliki keuntungannya, seperti waktu perjalanan yang lebih singkat dan lebih banyak kebebasan dalam kehidupan sehari-hari. Penting untuk memikirkannya secara komprehensif, termasuk gaya hidup dan lingkungan akademis Anda, daripada hanya melihat biayanya saja.
Cari kamar
Hanya daftar properti dengan furnitur dan peralatan elektronik!
Tips untuk menghemat uang sebagai mahasiswa yang tinggal sendirian
Bagi mahasiswa yang tinggal sendiri, penting untuk menekan pengeluaran harian, terutama karena pendapatan mereka terbatas. Biaya tetap dan semi-tetap, seperti sewa, makanan, dan biaya komunikasi, sangat penting, dan dengan sedikit kreativitas, penghematan yang signifikan dapat dilakukan. Daripada melakukan pengorbanan yang tidak perlu, dengan memikirkan kembali cara Anda memilih dan membelanjakan uang, Anda dapat memangkas biaya sambil tetap mempertahankan kualitas hidup Anda.
Berikut beberapa tips hemat uang yang mudah diterapkan.
Tips mencari kamar dengan harga sewa murah
Sewa adalah biaya hidup tetap terbesar bagi seseorang yang tinggal sendiri, jadi penting untuk kreatif saat mencari apartemen. Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah jarak dari stasiun dan usia bangunan. Dalam beberapa kasus, hanya dengan memperpanjang jarak menjadi 10-15 menit berjalan kaki dari stasiun dapat mengurangi biaya sewa beberapa ribu yen hingga lebih dari 10.000 yen. Selain itu, meskipun bangunannya agak tua, Anda seringkali dapat tinggal dengan nyaman di properti yang telah direnovasi.
Selain itu, dengan mempertimbangkan area yang sedikit lebih jauh dari universitas, rata-rata sewa dapat turun secara signifikan. Kuncinya adalah menetapkan sewa dalam kisaran yang wajar sambil mempertimbangkan keseimbangan dengan waktu perjalanan. Menjaga sewa tetap rendah akan memberi Anda lebih banyak keleluasaan dalam kehidupan Anda secara keseluruhan dan juga mengurangi beban pekerjaan paruh waktu.
Keuntungan memilih properti yang sudah dilengkapi furnitur dan peralatan rumah tangga
Memilih properti yang sudah dilengkapi furnitur dan peralatan dapat secara signifikan mengurangi biaya awal hidup sendiri sebagai mahasiswa. Biasanya, membeli kulkas, mesin cuci, tempat tidur, dan lain-lain dari awal akan menghabiskan biaya sekitar 100.000 hingga 200.000 yen, tetapi jika properti tersebut sudah termasuk barang-barang ini, Anda tidak perlu membayar biaya tersebut.
Keuntungan lainnya adalah Anda akan membutuhkan lebih sedikit barang bawaan saat pindah, yang membantu menekan biaya pindah. Bagi mahasiswa yang berencana pindah untuk jangka waktu singkat atau yang berencana pindah setelah lulus, berkurangnya kerepotan membuang atau mengganti barang juga menjadi daya tarik tersendiri. Properti dengan furnitur dan peralatan rumah tangga merupakan pilihan efektif untuk mengurangi biaya awal dan kerepotan.
Cara menghemat biaya makanan, utilitas, dan komunikasi.
Untuk mengurangi pengeluaran hidup bulanan, penting untuk meninjau kembali pengeluaran sehari-hari seperti makanan, utilitas, dan biaya komunikasi.
- Pengeluaran makanan dapat ditekan hingga sekitar 20.000 hingga 30.000 yen per bulan dengan memasak di rumah, memanfaatkan kantin sekolah, dan membeli dalam jumlah besar.
- Untuk tagihan energi, perbaikan kecil seperti mematikan listrik secara teratur dan menyesuaikan pengaturan suhu AC dapat efektif.
- Mengenai biaya komunikasi, biaya tetap dapat dikurangi secara signifikan dengan beralih ke kartu SIM berbiaya rendah atau memilih properti dengan internet gratis.
Dengan meninjau pengeluaran-pengeluaran ini, Anda dapat mengurangi pengeluaran hidup secara keseluruhan tanpa kesulitan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang tinggal sendirian sebagai mahasiswa
Saat mencari informasi tentang mahasiswa yang tinggal sendirian, banyak orang memiliki pertanyaan spesifik, seperti "Berapa banyak uang yang saya butuhkan untuk hidup?", "Apakah biaya hidup lebih tinggi untuk perempuan?", dan "Berapa banyak tabungan yang saya butuhkan?". Hal-hal ini cenderung menimbulkan kecemasan bagi mahasiswa dan orang tua mereka yang tinggal sendirian untuk pertama kalinya.
Di sini kami akan memberikan penjelasan yang mudah dipahami tentang pertanyaan-pertanyaan umum seputar tinggal sendirian sebagai mahasiswa, berdasarkan situasi nyata.
Seberapa banyak uang yang dibutuhkan seorang mahasiswa untuk tinggal sendirian?
Biaya hidup sebagai mahasiswa universitas bervariasi tergantung pada daerah tempat tinggal dan gaya hidup Anda, tetapi sebagai panduan umum, biasanya sekitar 80.000 hingga 120.000 yen per bulan. Di kota-kota regional dengan biaya sewa rendah, Anda mungkin bisa hidup dengan sekitar 70.000 yen, tetapi di Tokyo dan sekitarnya, seringkali biayanya lebih dari 100.000 yen. Jumlah ini termasuk sewa, makanan, utilitas, biaya komunikasi, kebutuhan sehari-hari, dll. Fleksibilitas keuangan Anda akan bervariasi tergantung pada pendapatan paruh waktu Anda dan jumlah uang yang Anda terima dari orang tua, jadi penting untuk menetapkan anggaran pengeluaran hidup yang sesuai dengan pendapatan Anda.
Pertama, pertimbangkan pengeluaran hidup Anda secara keseluruhan berdasarkan biaya sewa, dan sadarilah untuk menjaga keseimbangan pengeluaran yang wajar, yang akan mengarah pada kehidupan yang stabil saat Anda mandiri.
Apakah biaya hidup sendirian bagi mahasiswi itu mahal?
Dikatakan bahwa tinggal sendirian sebagai mahasiswi cenderung lebih mahal daripada tinggal sendirian sebagai mahasiswa laki-laki. Alasannya adalah banyak mahasiswa memprioritaskan properti dengan mempertimbangkan keamanan, kunci otomatis, dan properti di lantai dua atau lebih tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan biaya sewa yang sedikit lebih tinggi.
Faktor lain adalah pengeluaran untuk perawatan diri, kecantikan, dan sosialisasi cenderung meningkat. Namun, ini tidak selalu berarti biaya hidup akan lebih tinggi, dan jika Anda berupaya untuk menekan biaya sewa dan pengeluaran tetap, mungkin tidak akan ada perbedaan besar antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Kuncinya adalah menyadari keseimbangan antara keamanan dan anggaran.
Berapa banyak tabungan yang Anda butuhkan agar merasa aman?
Saat mahasiswa mulai tinggal sendiri, akan lebih meyakinkan jika memiliki sejumlah tabungan sebagai tambahan untuk biaya hidup.
Sebagai panduan, jika Anda menyisihkan uang untuk biaya hidup selama dua hingga tiga bulan, yang berjumlah sekitar 200.000 hingga 300.000 yen, Anda akan lebih mudah mengatasi pengeluaran tak terduga.
Saat tinggal sendirian, pengeluaran tak terduga dapat muncul, seperti sakit mendadak, penurunan pendapatan paruh waktu, atau kerusakan peralatan rumah tangga. Tanpa tabungan, hidup Anda bisa menjadi tidak stabil, jadi penting untuk memiliki dana cadangan. Dengan terus menabung meskipun hanya sedikit setiap bulan, Anda dapat menjalani kehidupan universitas dengan tenang.
ringkasan
Biaya hidup sebagai mahasiswa perlu dipertimbangkan, termasuk pengeluaran bulanan dan biaya awal, dengan fokus pada biaya sewa. Jumlahnya akan sangat bervariasi tergantung pada daerah dan gaya hidup, tetapi dengan memahami harga pasar dan mempertimbangkan keseimbangan dengan pendapatan Anda, Anda dapat merencanakan gaya hidup yang nyaman.
Secara khusus, upaya untuk mengurangi biaya sewa dan biaya tetap akan menghasilkan gaya hidup yang lebih nyaman. Memahami biaya sebelumnya dan memilih pengaturan tempat tinggal yang sesuai adalah kunci untuk menjalani kehidupan universitas yang nyaman.